Breaking News

Kamis, 23 Juli 2015

Zonk of the day

Saat itu aku tertidur di kelas dan tak ada yang membangunkanku. Aku tertidur sampai matahari tenggelam. Aku kaget ketika terbangun semua gelap dan sepi. Astaga, pintu juga terkunci. Ah, sudah biasa sebenarnya hal ini terjadi. Mereka memang tak pernah peduli kepadaku dan mungkin mereka sengaja untuk mengunciku disini. Yaa apa boleh buat naik jendela lagi.
Hap! Aku melompat keluar kelas dengan wajah lusuh sambil mengusap air liur saat aku tertidur tadi. Mataku masih merah dan sering menguap. Aku berjalan menuju pintu gerbang.
Hari sudah malam, lampu lampu otomatis menyala. Lingkungan kampus sudah sangat sepi bahkan aku tak melihat satpam yang biasa berkeliling disini. Jalanku sempoyongan, nyawaku belum terkumpul. KYAAAAAAA!!!!!!.... teriakan seseorang membuat sembilan nyawaku terkumpul. Bulu kudukku merinding seketika. Suara siapa itu? Apa yang terjadi? Pikiranku terus bertanya tanya. Astaga rasa penasaranku tak bisa dihentikan tapi rasa takutku tidak kalah parahnya.
Suara teriakan itu aku dengar dari dekat gerbang kalau aku memutar pasti aku tidak akan bertemu dengan entah apa yang ada disana. Aku tergesa-gesa melangkah dengan mata penuh was was. Semakin cepat langkahku semakin aku takut dan kudapati seseorang tengah menyeret seseorang lain dekat gedung forensik. Cekrek * suara kamera hpku berbunyi seiring dengan flash yang membuat orang itu menyadariku. Bodohnya aku tanpa sadar memotret kejadian itu. Dari kejauhan aku melihat matanya dengan hasrat ingin membunuh untuk kedua kalinya. Jantungku seakan berhenti dan tidak bisa beranjak dari tempatku. Orang itu langsung berlari ke arahku tapi tanganku tak bisa berhenti untuk memotretnya. Kematianku sudah dekat.... oh tuhaaan.

To be continue...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed By Mijil