Ada banyak kejadian hidup yang tak terduga, apa, dimana, kapan, dan bagaimana itu semua sudah dalam skenario Allah. Saat kemalasan seperti biasa menyapaku di minggu pagi, aku bersama adikku harus ke pasar membeli kebutuhan dapur yang mulai habis. jalan agak lengang karena masih pagi, ya... sekitar setengah tujuh pagi. Sayur, ikan, buah, dan segala macamnya telah kami beli. tak lupa jajan-jajan pasar kami borong, maklum cewe doyan ngemil. daftar belanja sudah tercentang lengkap, saatnya pulang.
Lalu lintas sekitar Pamulang tidak begitu ramai, kami ingin cepat pulang. BRAAAKKK!!!! suara keras membangunkan lamunanku. Astaga ada kecelakaan. Seorang Ibu berkrudung hitam jatuh tersungkur dalam posisi tengkurap dan helmnya terlempar. Aku dan adikku spontan langsung membantunya. Ada dua ibu-ibu lagi yang membantu kami dan beberapa bapa-bapa yang menghampiri ibu itu. Ia sempat teriak kencang saat terjatuh. Kami mencoba bertanya apa dia masih sadar dan apa dia masih bisa berdiri. Katanya ia tak ingin bangun dulu. Kami menunggu beberapa waktu kemudian kami memapahnya. Sungguh kebetulan kecelakaan tersebut dekat dengan klinik umum sehingga tak butuh waktu lama untuk dapat ditangani. Semua orang yg membantunya sudah pergi tinggal aku dan dan adikku yang sedang menungguku di sebrang jalan. Aku menyuruh adikku untuk pulang duluan karena orang rumah pasti menunggu. Aku coba berkomunikasi dengan ibu itu dan menanyakan apa ada nomor telpon yang bisa dihubungi dari pihak keluarga. Untunglah ibu itu masih bisa bergerak dan memberikan handphone nya padaku dan memintaku menelpon suaminya. aku mencoba menelpon suaminya tapi tidak juga di angkat, ku telpon juga rumahnya tetap tidak di angkat. kemudian ibu itu memintaku menelfon seseorang yang ada di kontak, dan Alhamdulillah di angkat. ku katakan dengan pelan tapi jelas pada orang yang ada di sebrang telpon. Ia kaget dengan berita yang kukabarkan. Ia langsung tanyakan alamat klinik umumnya dan langsung menuju kesini.
Aku kembali ke dalam ruang dokter dan melihat keadaan ibu tersebut. Gamis yang ia kenakan kotor dan robek, begitupun dengan celananya. Banyak luka sana sini dan kata dokter ada robek di mulut bagian dalam, ya memang saat kecelakaan mulut ibu itu dipenuhi darah. Ibu tersebut memintaku menghubungi kembali suaminya, aku langsung hubungi. Alhamdulillah di angkat. aku pun menjelaskan apa yang terjadi pada suami ibu itu. mendengar kabar istrinya, suaranya langsung berubah gemetar dan panik. Kuberikan alamat lengkapnya dan ia pun langsung berangkat kesini. Aku putuskan untuk menunggu dulu sampai suami atau temannya itu datang baru aku pulang. Aku menunggu cukup lama. sambil menunggu aku ditemani oleh istri dokter yang menangani ibu itu dan berbincang-bincang dengannya. Dari cerita bagaimana kronologi kecelakaan sampai membahas masalah sosial dan psikolog.
Ada telfon yang masuk dari handphone ibu itu, suaminya. Ia sudah sampai dekat klinik dan menanyakan tempat spesifiknya. Selang beberapa menit temannya pun menelpon menanyakan hal yang sama. Beberapa saat sebuah mobil datang dan ada security yang menanyakan apa ibu itu di tangani disini. Aku katakan Ya, kemudian suaminya turun dari mobil dan aku antarkan beliau ke tempat istrinya. Sunggh pemandangan yang mengharukan. Tak terasa sudah sekitar satu jam aku disana dan aku lupa bahwa harus pulang. Aku pun berpamitan pada ibu dan suaminya untuk pulang, kukatakan juga bahwa temannya akan datang membawa ambulance. Mereka berterima kasih padaku, kukatakan sama-sama.
Aku pulang naik angkot. Dijalan aku termenung dan sesekali tersenyum. Betapa bahagianya aku bisa menolong orang pagi ini, melihat keharuan sebuah keluarga, menambah ilmu dengan berbincang dengan istri dokter, dan terpenting memberikan banyak pelajaran berharga dalam hidupku. Ini pertama kalinya aku menolong orang yang kecelakaan langsung dengan tanganku sendiri.
Kebahagiaan akan terasa ketika kita bermanfaat bagi seseorang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar